Menilai dan mengelola dampak suatu kegiatan terhadap lingkungan sebagai dasar perizinan.
Menilai dan mengelola dampak suatu kegiatan terhadap lingkungan sebagai dasar perizinan.
Persetujuan Teknis Baku Mutu Air Limbah adalah izin yang memastikan air limbah memenuhi standar agar tidak mencemari lingkungan.
Persetujuan Teknis Pembuangan Emisi Udara adalah izin yang memastikan gas buang dari kegiatan usaha memenuhi baku mutu udara agar tidak mencemari lingkungan.
Persetujuan Teknis Pengelolaan Limbah B3 adalah izin yang memastikan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun dilakukan sesuai standar agar tidak membahayakan lingkungan dan kesehatan.
Persetujuan Rincian Teknis Penyimpanan Sementara Limbah B3 adalah izin yang memastikan tempat penyimpanan limbah berbahaya memenuhi standar keamanan dan lingkungan sebelum dimusnahkan atau dikelola lebih lanjut.
Studi yang menilai dampak suatu pembangunan terhadap arus lalu lintas agar tercipta sistem transportasi yang aman dan lancar.
Pelaporan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan adalah kegiatan pelaporan hasil upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan secara berkala untuk memastikan kegiatan usaha tetap sesuai dengan ketentuan lingkungan.
Contoh uji kualitas air merupakan kegiatan pengambilan dan pengujian sampel air untuk menilai kondisi fisik, kimia, dan biologi air. Pengujian ini dilakukan guna memastikan apakah air memenuhi standar baku mutu yang ditetapkan, baik untuk keperluan rumah tangga, industri, maupun lingkungan. Parameter yang umum diuji meliputi pH, kadar oksigen terlarut (DO), kekeruhan, logam berat, serta kandungan bakteri seperti E. coli. Hasil uji ini penting untuk mengetahui tingkat pencemaran, menjaga kesehatan masyarakat, serta mendukung pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.
Contoh uji kualitas tanah adalah proses pengambilan dan analisis sampel tanah untuk mengetahui kondisi fisik, kimia, dan biologinya. Pengujian ini bertujuan menilai kesuburan tanah, tingkat pencemaran, serta kelayakannya untuk pertanian, konstruksi, atau kegiatan industri. Parameter yang umum diuji meliputi pH tanah, kadar nitrogen, fosfor, kalium, bahan organik, logam berat, serta tekstur tanah. Melalui hasil uji kualitas tanah, dapat ditentukan langkah pengelolaan yang tepat guna meningkatkan produktivitas lahan dan mencegah dampak negatif terhadap lingkungan.
Contoh uji kualitas udara adalah kegiatan pengambilan dan analisis sampel udara untuk mengetahui kadar pencemar di atmosfer serta menilai apakah udara masih memenuhi baku mutu lingkungan. Pengujian ini biasanya melibatkan pengukuran parameter seperti partikulat (PM₁₀ dan PM₂.₅), karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO₂), nitrogen dioksida (NO₂), ozon (O₃), dan hidrokarbon. Hasil uji kualitas udara penting untuk memantau dampak aktivitas industri, transportasi, maupun kebakaran hutan terhadap lingkungan dan kesehatan manusia, serta menjadi dasar dalam pengendalian dan perbaikan kualitas udara di suatu wilayah.
Contoh uji kebisingan adalah proses pengukuran tingkat intensitas suara di suatu lokasi untuk menilai apakah kebisingan yang terjadi masih berada dalam batas ambang yang diizinkan oleh standar lingkungan. Pengujian ini biasanya dilakukan menggunakan alat sound level meter dengan satuan desibel (dB), dan dilakukan di area industri, perkantoran, jalan raya, maupun kawasan permukiman. Tujuannya untuk memantau dampak suara terhadap kenyamanan dan kesehatan manusia, terutama dalam mencegah gangguan pendengaran, stres, atau gangguan tidur akibat paparan kebisingan yang berlebihan.
Contoh uji biota air adalah kegiatan pengambilan dan analisis organisme yang hidup di perairan, seperti plankton, bentos, dan ikan, untuk menilai kualitas ekosistem air secara biologis. Pengujian ini membantu mengetahui tingkat pencemaran melalui keberagaman dan kelimpahan biota yang sensitif terhadap perubahan lingkungan. Misalnya, menurunnya jumlah plankton atau hadirnya organisme tahan polusi dapat menjadi indikator adanya pencemaran air. Hasil uji biota air penting untuk memantau kesehatan ekosistem perairan, mendukung konservasi keanekaragaman hayati, serta menjadi dasar pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
Jl. Al-Jafri rt.26 rw.03 Kel. Kemuning,
Kec. Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru,
Provinsi Kalimantan Selatan.
Email : admin@geotenviro.co.id
Telp : 0821-5354-3415